WorldCat Identities

Wahid, Yenny 1974-

Overview
Works: 12 works in 16 publications in 2 languages and 56 library holdings
Genres: Portraits 
Roles: Author
Publication Timeline
.
Most widely held works by Yenny Wahid
Chinese Muslims in Indonesia by Wubin Zhuang( Book )

4 editions published in 2011 in English and held by 25 WorldCat member libraries worldwide

Agama dan kontestasi ruang publik : Islamisme, konflik, dan demokrasi( Book )

2 editions published in 2011 in Indonesian and held by 18 WorldCat member libraries worldwide

Socioreligious conflict caused by the implementation of Islamic law; collection of articles
Mengelola toleransi dan kebebasan beragama : 3 isu penting by Yenny Wahid( Book )

1 edition published in 2012 in Indonesian and held by 4 WorldCat member libraries worldwide

On building religious tolerance and pluralism in Indonesia
Laporan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Toleransi The Wahid Institute Tahun 2012 by Yenny Wahid( )

1 edition published in 2012 in Undetermined and held by 1 WorldCat member library worldwide

Laporan Akhir Tahun Kebebasan Beragama dan Toleransi 2012 ini adalah laporan kelima yang dirilis The Wahid Institute semenjak tahun 2008. Penulisan laporan ini adalah kegiatan regular setiap akhir tahun, selain sebagai pertanggungjawaban WI terhadap program pemantauan yang selama ini dilakukan, laporan ini juga sebagai instrumen diseminasi gagasan toleransi dan jaminan terhadap kebebasan beragama di Indonesia. Laporan ini juga bertujuan melakukan evaluasi terhadap jaminan hak-hak beragama di tanah air sekaligus memberi alternative penyelesaian baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Meskipun sudah berjalan lima tahun, proses penulisan setiap laporan tidak pernah mudah, bahkan setiap tahunnya drajat kesulitannya berbeda-beda. Kesulitan yang paling terasa ketika sampai pada tahap merumuskan analisis dari data-data yang ada. Memang pada dasarnya, analisis data tidak boleh keluar dari fakta dan data, namun bagaimana menyatakannya dalam kalimat-kalimat yang jelas dan tepat adalah pekerjaan tersendiri. Karena itulah, The Wahid Institute selalu mengundang sejumlah exspert dalam bidang-bidang yang terkait untuk membaca dan membantu menganalisis data yang diperoleh. Mereka berasal dari akademisi, aktifis kebebasan beragama, wartawan hingga perwakilan dari pemerintah. Mereka kami pertemukan dalam sebuah meeting terbatas selain bertujuan meminta masukan terhadap metodologi laporan, juga untuk menggali hal-hal apa yang harus ditekankan dalam laporan ini. Hasil dari pertemuan para exspert ini kemudian dibahas kembali secara internal di The Wahid Institute dalam rangka perbaikan draft laporan. Meskipun pada akhirnya laporan fi nal tidak bisa dikatakan sangat sempurna, namun berbagai kesalahan mendasar yang akan berpengaruh terhadap akuntabilitas dan akurasi data semaksimal mungkin dihindari. The Wahid Institue ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi langsung maupun tidak langsung terhadap terbitnya laporan ini, antara lai
Laporan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Toleransi The Wahid Institute Tahun 2013 by Yenny Wahid( )

1 edition published in 2013 in Undetermined and held by 1 WorldCat member library worldwide

Terkait dengan bentuk pelanggaran atau intoleransi yang dilakukan aktor negara, tindakan menghambat/menghalangi /menyegel rumah ibadah adalah tindakan yang paling banyak dilakukan (28 kasus), diikuti pemaksaan keyakinan (19 kasus), melarang/menghentikan kegiatan keagamaan (15 kasus) dan kriminalisasi atas dasar agama 14 kasus
Laporan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Toleransi The Wahid Institute Tahun 2008 by Yenny Wahid( )

1 edition published in 2008 in Undetermined and held by 1 WorldCat member library worldwide

Laporan tahunan 2008 ini pada dasarnya menggunakan bahan-bahan dasar yang ada dalam MRoRI tersebut. Di samping hasil investigasi jaringan WI di berbagai daerah menyangkut kasus-kasus tertentu, kami juga memantau sejumlah isu keagamaan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. Di samping itu, kami juga menggali data dari sumber-sumber lain yang kami anggap relevan. Dengan demikian, laporan tahunan ini pada dasarnya merupakan kompilasi dari laporan dalam MRoRI dengan memberi konteks yang lebih luas. WI berharap laporan ini menjadi informasi penting bagi semua kalangan yang mempunyai perhatian terhadap perkembangan kehidupan beragama, mendorong proses demokratisasi dan penegakan hak asasi manusia. Bahkan, ke depan kami berharap hasil pantauan seperti ini bisa menjadi salah satu faktor penting untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan pemerintah, bukan semata-mata soal pertumbuhan ekonomi, pemberantasan korupsi, pemerintah yang bersih dan sebagainya. Hal ini penting, karena dalam beberapa kasus, isu agama sering digunakan untuk menaikkan citra pemerintah meskipun hal itu dilakukan dengan mendiskriminasi pihak tertentu. Akhirnya, the WAHID Institute menyadari, laporan tahunan pluralisme beragama/berkeyakinan 2008 ini belum bisa sepenuhnya memuaskan, baik dari sisi metodologi pengumpulan data, model penyajian maupun analisisnya. Meski kami sudah berusaha untuk melakukannya sebaik mungkin, tapi keterbatasan di sana-sini tetap membentur kami. Segala kekurangan dalam laporan tahunan ini sepenuhnya tanggungjawab WI
9 Tahun PKB : kritik & harapan( Book )

1 edition published in 2007 in Indonesian and held by 1 WorldCat member library worldwide

Laporan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Toleransi The Wahid Institute Tahun 2011 by Yenny Wahid( )

1 edition published in 2011 in Undetermined and held by 1 WorldCat member library worldwide

Tahun ini the WAHID Institute (WI) kembali menyajikan laporan kebebasan beragama dan kehidupan keagamaan di Indonesia. Ini adalah bentuk komitmen WI sebagai lembaga nonprofit yang bertujuan untuk mengembangkan Islam damai, mendorong terciptanya demokrasi, penegakan HAM, pluralism agama-agama, multikulturalisme dan toleransi. WI menganggap bahwa laporan semacam ini adalah kebutuhan yang tak terelakkan. Sejak tahun 2005 WI mulai melakukan pendokumentasian isu dan kasus kehidupan keagamaan, terutama menyangkut kebebasan beragama dan pluralisme. Namun, laporan tahunan yang komprehensif baru bisa dilakukan pada 2008. Laporan ini disusun oleh sebuah tim yang bekerja secara nasional, meskipun tidak seluruh wilayah Indonesia bisa dicover. Tim tersebut bekerja dalam bentuk jaringan yang terdiri atas lembaga-lembaga non-profit di beberapa wilayah yang selama satu tahun ini melakukan pemantauan (monitoring) terhadap berbagai isu keagamaan di wilayah masing-masing. Laporan tahunan ini juga menggunakan bahan-bahan dasar yang ada dalam kliping media yang dihimpun WI selama satu tahun ini, juga data-data hasil investigasi lapangan jaringan di berbagai daerah. menyangkut kasus-kasus tertentu. Kami memantau sejumlah isu keagamaan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik baik dipusat maupun daerah. Akhirnya, WI harus mengucapkan terima kasih kepada sejumlah kalangan yang sudah membantu proses penyusunan laporan tahunan ini. Secara khusus, ucapan terima kasih patut kami ungkapkan dengan tulus kepada jaringan WI di sejumlah daerah, Yusuf Tontowi (LENSA NTB), LAPAR Makassar, Dindin A Gazali (INCRES Bandung), Tedi Kholiluddin (ELSA Semarang), Akhol Firdaus (c-MARS Surabaya), LKHI Palembang dan juga beberapa kawan jaringan di Sumatra Utara, Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Riau dan Jambi yang telah men-support data-data. Tanpa kerjasama dengan kawankawan jaringan rasanya sulit untuk mendokumentasi data-data dengan baik. Mereka itulah yang menjadi “radar” untuk memantau perkembang
Laporan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Toleransi The Wahid Institute Tahun 2014 by Yenny Wahid( )

1 edition published in 2014 in Undetermined and held by 1 WorldCat member library worldwide

Laporan hasil pemantauan ini diharapkan bisa menjadi masukan atau rekomendasi bagi pemerintah, parlemen dan instansi pemerintah terkait baik di pusat maupun di daerah dalam memperteguh komitmen dan memajukan komitmen mereka terhadap kebebasan beragama atau berkeyakinan, terutama dalam mengevaluasi perilaku mereka serta dalam menyusun kembali rencana atau program. Laporan ini juga ditujukan untuk kelompok-kelompok masyarakat sipil, seperti organisasi keagamaan, NGO, maupun akademisi yang menekuni isu-isu ini
Year-End Report on Freedom of Religion in Indonesia 2015 by Yenny Wahid( )

1 edition published in 2015 in Undetermined and held by 1 WorldCat member library worldwide

The Wahid Institute has regularly performed monitoring of the dynamics of religious freedom since 2008. For the year 2015, in addition to reporting the "bad news", we also must be fair to admit that there is "good news" about the development of freedom of religion in the Homeland. In the case of good news, we find, among others, Islam-based party personnel who become pecalang (security guards) in celebration of Nyepi in Bali, or the Evangelical Church in Indonesia that participated in donating sacrificial animals in Eid al-Adha celebration in Papua. The good news of this kind will certainly bring optimism back for the establishment of tolerance as well as strong evidence that pluralism and tolerance have long been practiced by our society. Nevertheless, news of burnings of places of worship or intimidation of minorities still occurs. The bad news will hopefully encourage us all to work harder to promote awareness of inter-religious tolerance and confidence, particularly among young people. From December 2015 to March 2016, the Wahid Institute in cooperation with the National Commission of Human Rights (Komnas HAM) conducted research in three cities and three counties in West Java. It aimed to look at the role of local government in the fulfillment and protection of the right to freedom of religion in its territory. Local government is a state actor that can strengthen, or weaken, the right to freedom of religion through regulations and the rules of law in accordance with its authority. In our research, we identified the tendency of local governments to issue policies expressing the interests of the intolerant. Some are caused by the weak performance of the local government in addressing social and political pressure from the intolerant group. But there is also the difficulty caused by the authorities in the area to distinguish its role as a state actor that should be objective and impartial towards the role of the individual with the religion and religious opinions
Laporan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Toleransi The Wahid Institute Tahun 2010 by Yenny Wahid( )

1 edition published in 2010 in Undetermined and held by 1 WorldCat member library worldwide

Sejauh ini, The Wahid Institute (WI) terus memberi perhatian serius terhadap isu kebebasan beragama dan kehidupan keagamaan di tanah air. Sejak tahun 2008, WI secara regular melaporkan berbagai peristiwa di berbagai daerah mengenai hal tersebut. Dan pada tahun 2010 ini, untuk yang ketiga kalinya WI membuat laporan tahunan. Laporan kali ini diharapkan memiliki bobot dan signifikansi yang lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya. Karena selain telah memiliki pengalaman, laporan WI tahun-tahun sebelumnya ternyata juga memperoleh sambutan positif dari berbagai pihak. Urgensi lain dari laporan ini adalah untuk terus menjaga momentum isu keagamaan khususnya kebebasan beragama mendapat tempat tersendiri dalam pembicaraan transisi demokrasi di Indonesia. Meskipun faktanya menunjukkan laporanlaporan masyarakat sipil terkait isu-isu keagamaan seringkali kurang didengar terutama oleh para pengambil kebijakan di tanah air
Laporan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) 2015 by Yenny Wahid( )

1 edition published in 2015 in Undetermined and held by 1 WorldCat member library worldwide

Wahid Foundation secara rutin melakukan pemantuan mengenai dinamika kebebasan beragama dan berkeyakinan sejak tahun 2008. Untuk tahun 2015 ini, selain melaporkan “berita buruk”, kami juga harus fair mengakui bahwa ada “berita baik” mengenai perkembangan kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Tanah Air. Dalam hal berita baik, kami menemukan antara lain personil partai berbasis Islam yang menjadi pecalang dalam perayaan Nyepi di Bali, atau Gereja Injili di Indonesia yang ikut berpartisipasi menyumbangkan hewan qurban dalam perayaan Hari Raya Idul Adha di Papua. Berita baik semacam ini tentu saja membawa optimisme akan terbangunnya kembali toleransi sekaligus menjadi bukti yang kuat bahwa pluralisme dan toleransi sudah sejak lama dipraktikan oleh masyarakat kita. Meski demikian, berita tentang pembakaran rumah ibadah atau intimidasi kepada kelompok minoritas masih tetap terjadi. Berita buruk ini seharusnya mendorong kita semua, terutama pemerintah, untuk bekerja lebih keras lagi dalam mempromosikan toleransi antar pemeluk agama dan keyakinan, terutama di kalangan anak muda. Dari Desember 2015 hingga Maret 2016, Wahid Institute bekerjasama dengan Komisi nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan penelitian di tiga kota dan tiga kabupaten di Jawa Barat. Ini bertujuan untuk melihat peran pemerintah daerah dalam pemenuhan dan perlindungan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan di wilayahnya. Pemerintah daerah adalah state actor yang bisa memperkuat, atau memperlemah, hak kebebasan beragama melalui regulasi serta aturan hukum sesuai dengan wewenangnya. Dalam penelitian tersebut, kami mengidentifikasi adanya kecenderungan pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan yang menyuarakan kepentingan kelompok intoleran. Hal ini disebabkan oleh lemahnya pemerintah daerah dalam mengatasi tekanan sosial dan politik dari kelompok intoleran, selain itu juga diakibatkan sulitnya para pejabat yang berwenang di daerah tersebut untuk membedakan perannya sebagai pelayan masyarakat
 
moreShow More Titles
fewerShow Fewer Titles
Audience Level
0
Audience Level
1
  Kids General Special  
Audience level: 0.81 (from 0.77 for Chinese Mu ... to 1.00 for Laporan Ke ...)

Alternative Names
Wahid, Yenny Zannuba 1974-

Yenny Wahid 1974-

Yenny Wahid femme politique indonésienne

Yenny Wahid Indonesian politician

Yenny Wahid journaliste uit Indonesië

Yenny Zannuba Wahid

延妮‧瓦希德

Languages